Keuangan
Laba per channel, dihitung dari modal sebenarnya
Omzet besar belum tentu untung besar. Ospro mencatat modal dan laba setiap baris pesanan saat diposting, lalu menjumlahkannya per channel — jadi kamu tahu marketplace mana yang benar-benar menghasilkan.
Masalahnya
Omzet terlihat, laba masih ditebak
Dashboard marketplace menunjukkan penjualan, tapi tidak tahu harga pokokmu. Biaya admin, ongkir, dan potongan lain memakan margin dengan cara berbeda di setiap channel.
Selisihnya baru terlihat di rekening, berminggu-minggu kemudian — terlambat untuk mengubah harga atau memindahkan iklan.
Cara kerjanya
Dari awal sampai beres, dalam tiga langkah.
- 1
Langkah 1: Modal tercatat saat posting
Saat pesanan diposting, HPP setiap barang pada saat itu ikut disimpan bersama barisnya. Laba bulan lalu tidak berubah hanya karena harga beli naik bulan ini.
- 2
Langkah 2: Biaya ikut dihitung
Biaya admin dan ongkir dari kolom file pesanan ikut dijumlahkan per channel.
- 3
Langkah 3: Satu definisi untuk angka yang sama
Tetapkan sekali apa arti omzet atau laba di Data → Metrik. Kartu dashboard yang memakai metrik dan Asisten membaca definisi yang sama.
Kemampuan
Yang bisa kamu lakukan
Laba per channel
Omzet, modal, biaya admin, ongkir, dan laba untuk setiap channel dalam satu tampilan.
Buku kas
Catat uang masuk dan keluar dengan saldo berjalan — tempat semua pengeluaran di luar pesanan.
Dashboard pemilik
Pasang dashboard siap pakai berisi kartu angka dan grafik, lalu sesuaikan sendiri.
Metrik yang terdefinisi
Setiap metrik punya nama, rumus, dan deskripsi — dipakai kartu dashboard dan Asisten, sehingga angka omzet tak lagi berbeda antarorang.
Rentang tanggal & filter
Bandingkan minggu ini dengan minggu lalu, atau saring per channel, langsung dari dashboard.
Ekspor ke Excel
Bawa tabel mana pun ke Excel kapan saja — untuk akuntan, mitra, atau arsipmu sendiri.
Contoh
Contoh: laba satu channel dalam sebulan
Angka ilustrasi. Di Ospro, komponennya diambil dari baris pesanan yang sudah diposting dan kolom biaya di file pesanan — bisa berbeda dari dana yang akhirnya cair.
| Omzet | Rp12.500.000 |
|---|---|
| HPP (modal barang) | − Rp7.300.000 |
| Biaya admin marketplace | − Rp1.125.000 |
| Ongkir | − Rp275.000 |
| Laba | Rp3.800.000 |
| Margin laba 30,4% | |
Yang belum ada — kami sebut terang-terangan
- Ospro memakai pembukuan kas sederhana (single-entry). Neraca, jurnal berpasangan (double-entry), dan pajak seperti PPN/e-Faktur belum tersedia.
- Biaya iklan, voucher toko, dan biaya program marketplace belum dipotong otomatis; angka biaya mengikuti kolom di file pesanan.
Tanya-jawab
Tanya-jawab: laba per channel
Bagaimana cara menghitung laba jualan di marketplace?
Laba = omzet − harga pokok barang (HPP) − biaya admin marketplace − ongkir yang kamu tanggung. Kuncinya di HPP: pakai modal rata-rata saat barang terjual, bukan harga beli terakhir. Di Ospro, metrik “Laba kotor” belum dikurangi ongkir, sedangkan laporan laba per channel sudah.
Dari mana biaya admin dan ongkir diambil?
Dari kolom biaya di file pesanan yang kamu impor. Angkanya bisa berbeda dari dana yang akhirnya cair, karena voucher toko, iklan, dan biaya program belum dipotong otomatis.
Apakah Ospro menggantikan software akuntansi?
Belum. Ospro memberi laba operasional per channel dan buku kas sederhana. Untuk laporan keuangan formal dan pajak, datanya bisa diekspor ke akuntan atau software akuntansimu.
Program Mitra Awal
Tumbuh bersama kami sebagai mitra awal.
Kami membuka Ospro untuk sejumlah kecil seller. Mitra awal mendapat penyiapan yang didampingi, jalur langsung ke tim yang membangunnya, dan suara dalam menentukan fitur berikutnya.